Program VACIL untuk Bioekonomi dari KEM dan ANGIN Advisory

You are currently viewing Program VACIL untuk Bioekonomi dari KEM dan ANGIN Advisory
Koalisi Ekonomi Membumi dan ANGIN Advisory Kolaborasi untuk Implementasi Program VACIL di Sektor Bioekonomi

Bioekonomi sedang menjadi topik yang hangat dibahas di ekosistem kewirausahaan. Melihat potensi dampaknya yang besar, Koalisi Ekonomi Membumi membuat program Value Chain Collaboration Lab (VACIL). Melalui program ini, Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dapat mendukung proyek-proyek rintisan pada bidang Responsible Bioeconomy. Dengan framework rantai nilai gotong royong, KEM mempertemukan pemerintah, usaha lestari, dan financier dalam mengembangkan program, fundraising, dan advokasi kebijakan. Program VACIL menghubungkan 20 perusahaan dalam KEM’s Company Network (KCN), 80 bisnis, and 10 wilayah yurisdiksi, dengan target 5 proyek VACIL senilai $50M USD untuk meningkatkan skala dampak berkelanjutan.

Kolaborasi ANGIN Advisory dan KEM di Program VACIL untuk Bioekonomi

ANGIN Advisory berkolaborasi dengan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) untuk salah satu proyek VACIL ini, dalam bentuk penyusunan feasibility study demi menemukan peluang kebun & pengolahan kelapa berkelanjutan di Manggarai Barat, dengan melibatkan Angel Investor dan Kulaku sebagai KCN dan tenaga ahli di Palembang, Sumatera Selatan. Studi ini akan digunakan sebagai basis pembuatan bisnis berkelanjutan di bidang rantai nilai kelapa. Salah satu inisiatif pertama ANGIN Advisory untuk kerjasama program VACIL ini adalah field assessment ke lokasi Kulaku di Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan.

Field assessment ke lokasi Kulaku di Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan untuk bioekonomi

Field assessment ini menjadi langkah awal dari implementasi rantai nilai gotong royong yang terfokus pada komoditas kelapa. Studi ini bertujuan untuk memperjelas dan memetakan potensi serta tantangan pada bisnis tersebut untuk dikaji dan dimasukkan ke dalam laporan feasibility study untuk VACIL. 

Bioekonomi berbasis kelapa milik Kulaku di Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan

Selain field assessment, ANGIN Advisory juga memfasilitasi kunjungan Angel Investor dengan memberikan perspektif langsung akan lokasi bisnisnya. Hal ini penting untuk menginformasikan Angel Investor akan industri dan bisnis perusahaan yang akan diinvestasikan.

Pengembangan Sektor Bioekonomi melalui Rantai Pasok Kelapa 

Langkah selanjutnya dalam pembuatan feasibility study ini adalah mengadakan pemetaan bersama masyarakat Manggarai Barat. Kegiatan ini dilakukan demi melihat urgensi investasi pengembangan industri kelapa di area tersebut. Pemetaan ini dilakukan dengan mengobservasi ketertarikan, pengalaman, kebutuhan finansial, dan sumber daya yang saat ini tersedia untuk mendukung proses pengembangan usaha kelapa. Informasi ini menjadi basis penting dalam pemetaan potensi dampak dari bisnis dan pembentukan feasibility study proyek VACIL ini. 

Pemetaan potensi industri kelapa untuk bioekonomi di Nusa Tenggara Timur

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan terhadap 91 penduduk di Kampung Pisang dan Pulau Boleng, 87% penduduk memiliki penghasilan di bawah 500 ribu Rupiah. Mayoritas dari penduduk tersebut memiliki profesi sebagai nelayan, dengan satu sumber penghasilan per rumah tangga. Hasil pemetaan ini menjadi perhatian besar bagi kami, terutama melihat hasil pemetaan pengeluaran, di mana hanya 23,5% penduduk memiliki pengeluaran per bulan di bawah 500 ribu Rupiah.

Selain memetakan kebutuhan ekonomi masyarakat, kami juga melihat apakah penduduk memiliki minat/kemampuan untuk mengelola perkebunan kelapa untuk proyek VACIL ini. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kampung Boleng memiliki pengalaman berkebun (65,4%) dan ketertarikan untuk berkebun (72,5%).

Informasi dari pemetaan ini ini menjadi basis dalam pemilihan lokasi implementasi untuk proyek VACIL di Kampung Boleng. Alhasil, proyek VACIL dapat menciptakan ruang untuk membangun bisnis berbasis ekonomi restoratif. Keberadaan proyek VACIL di Kampung Boleng juga berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat secara signifikan.

Kolaborasi dengan Pemerintah Manggarai Barat

ANGIN Advisory juga memfasilitasi pertemuan antara investor, KEM, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Kami memfasilitasi audiensi yang digelar di Kantor Bupati Manggarai Barat pada tanggal 28 Juli 2025. Kegiatan ini paralel dengan proses feasibility study yang berlanjut setelah field assessment di Palembang dan pemetaan di Manggarai Barat.

Kolaborasi ANGIN Advisory dengan pemerintah Manggarai Barat

Pertemuan ini dihadiri oleh Tim Sekretariat KEM dan Kulaku sebagai KCN KEM (secara daring), Angel Investor, tim ANGIN Advisory, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Melalui pertemuan ini, para pihak membahas potensi kolaborasi dan tindak lanjut bersama dalam pengembangan inisiatif di sektor pertanian dan kewirausahaan daerah. Tidak hanya itu, ANGIN Advisory juga melanjutkan sinergi dengan pemerintah setempat melalui pertemuan-pertemuan lanjutan untuk membahas tindak lanjut teknis.

Kolaborasi ANGIN Advisory dengan pemerintah Manggarai Barat

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut proyek pengembangan komoditas kelapa ini dengan antusias, menilai proyek ini berpotensi menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, pemerintah menyampaikan komitmen untuk menjalin kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM).

Kelapa Sebagai Penggerak Bioekonomi di Indonesia

Tidak hanya kolaborasi dengan KCN dan pemerintah, ANGIN Advisory juga mengkaji potensi kelapa sebagai sumber daya alam. ANGIN Advisory, bersama tenaga ahli, melakukan visit ke BRMP Tanaman Palma di Manado, Sulawesi Utara, untuk mengadakan lokakarya seputar kelapa sebagai sumber alam yang diberdayakan. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi dan menyusun strategi produk untuk pembuatan bisnis berkelanjutan di bidang rantai nilai kelapa. 

Wisit ANGIN Advisory ke BRMP Tanaman Palma di Manado, Sulawesi Utara untuk potensi bioekonomi kelapa

Visit ini merupakan salah satu inisiatif utama dari ANGIN Advisory untuk pengembangan ekonomi restoratif di Manggarai Barat. Bersama BRMP Tanaman Palma, ANGIN Advisory dan tenaga ahli menyusun strategi untuk pengolahan kelapa. Pemilihan jenis & bibit tanaman kelapa yang cocok untuk pemberian nilai tambah adalah beberapa contoh strategi yang dieksplorasi untuk ekonomi restoratif. Salah satu jenis bibit baru yang kami pelajari di BRMP Tanaman Palma adalah kelapa bido dan potensi ekonominya yang melimpah. 

Visit ANGIN Advisory ke BRMP Tanaman Palma di Manado, Sulawesi Utara untuk potensi bioekonomi kelapa

Kami juga berkesempatan untuk mengobservasi alur produksi produk turunan kelapa yang dapat memberikan nilai ekonomi tambahan di rantai nilai kelapa. Beberapa bentuk produk turunan yang kami observasi adalah VCO, minyak kelapa, santan, dan pengolahan coconut waste (charcoal, cocopeat, dan cocofiber).

Semua informasi yang dikumpulkan saat visit ini menjadi data yang berharga untuk ditambahkan ke dalam feasibility study program VACIL.

Penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat

Untuk memastikan kolaborasi holistik antara semua aktor di sektor bioekonomi di Manggarai Barat, ANGIN Advisory memfasilitasi kolaborasi antara Koalisi Ekonomi Membumi dengan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu pemangku kepentingan dan pemegang regulasi daerah setempat.

Penandatanganan MoU KEM & pemerintah Manggarai Barat untuk bioekonomi di NTT

Pada tanggal 30 September 2025, Koalisi Ekonomi Membumi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah Manggarai Barat. Penandatanganan MoU ini menandakan babak baru dalam pengembangan ekonomi restoratif di Indonesia, terutama di daerah Nusa Tenggara Timur. 

Penandatanganan dokumen ini diharapkan dapat mendorong pengembangan bioekonomi di Indonesia, terutama di daerah Nusa Tenggara Timur. Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E., menekankan bahwa inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkuat industri kelapa, namun juga membawa transformasi ekonomi yang menguntungkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya komitmen dari kedua pihak tersebut, pemetaan dan identifikasi untuk pengembangan bisa dilakukan lebih lanjut untuk mengakselerasi bioekonomi di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. 

Pemaparan rencana implementasi bioekonomi di Manggarai Barat

Pada kesempatan tersebut, tim ANGIN Advisory & tenaga ahli juga memaparkan lebih lanjut rencana kerja praktis yang akan dijalankan. Beberapa perwakilan dari Dinas Pertanian kemudian memberikan tanggapan, antara lain terkait pemilihan varietas kelapa, ketersediaan lahan, serta bentuk kolaborasi dan dorongan rencana untuk piloting proyek pertama.

Penandatanganan MoU ini menandakan adanya lampu hijau dan komitmen dari kedua pihak tersebut. Selanjutnya, pemetaan dan identifikasi bisa dilakukan lebih lanjut guna mendorong bioekonomi yang bertanggung jawab di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Pengembangan Sektor Bioekonomi Melalui Program VACIL dari Koalisi Ekonomi Membumi 

Hasil dari kolaborasi ANGIN Advisory dengan KEM di program VACIL, yaitu feasibility study, telah dirampungkan dan diserahkan kepada pihak KEM. Dokumen studi ini diharapkan dapat membantu KEM dan Angel Investor dalam pengambilan-putusan terinformasi berdasarkan data, analisis, dan rekomendasi yang tercantum. 

Nantikan kabar tentang kolaborasi lanjutan antara ANGIN Advisory dan Koalisi Ekonomi Membumi!

Leave a Reply